Monday, January 21, 2019

Kamu Merasa Galau? Terus Bagaimana Ini?

Hai, apa sih yang membuat dirimu galau? Berantem sama pacar? Dimarahin ortu? Atau tugas kuliah yang enggak ada habis-habisnya? Tenang aja, galau itu sebenernya sementara koq asal kamu segera memperbaiki mood kamu. Yang namanya masalah dalam hidup itu enggak bisa dipungkiri, selalu ada. Asal kita dengan sabar melalui dan menghadapinya dengan kepala dingin pasti masalah bisa selesai dan kamu nggak galau lagi. Mungkin, kamu hanya perlu waktu untuk sendiri dulu dan mengurai satu persatu masalah kamu, atau dipecahin sama orang yang kamu anggap mampu dan nyaman. Dan di waktu sendiri itu kamu bisa juga dengan berdo'a kepada Tuhan dan menceritakan masalahmu pada-Nya. Termasuk juga dengan membaca kitab suci sesuai agama yang kamu anut.


Kalau di waktu kecil dulu, galau terjadi hanya mungkin karena enggak dikasih uang jajan sama ortu. Tapi seiring berjalannya waktu, kamu yang beranjak remaja atau dewasa semakin bisa merasakan yang namanya galau. Bahkan, galau karena selesai menonton film drama, melankolis, atau ngedengerin musik yang bertema patah hati bisa juga lho bikin kamu galau, makanya jangan sering-sering ya, hehe. Bukankah film bertema komedi dan lagu-lagu berlirik positif juga banyak? Bisa dihapus deh tuh koleksi lagu-lagu pesimistis. Biasanya kan ketika merasakan galau itu, mood benar-benar turun, dan pikiran negatif berkecamuk. Repot kan galau itu?

Dan jangan sampai, galau yang kamu rasakan berubah menjadi galau tingkat tinggi. Menjadi pemurung, enggak doyan makan, atau sederet sikap jelek lainnya. Bisa-bisa jadi tahap kritis gila, jangan deh. Sedih sih boleh-boleh saja, tapi, jangan berlarut-larut, bisa-bisa kamu sakit lho. Jadi segera saja deh diberhentiin galaunya, enggak enak bukan rasanya? Seperti yang aku bilang di atas, lebih mendekatkan diri pada-Nya pasti bisa koq nyembuhin kegalauanmu itu. Lalu, kamu bisa ceritain masalah kamu ke orang yang kamu rasa nyaman. Karena terkadang sedikit suntikan semangat positif bisa membawamu jauh ke depan, OK?

Kamu Merasa Gagal? Ah Itu Biasa

Apakah kamu merasa sedang gagal? Apa iya orang mau gagal terus? Pasti ada lah tahap keberhasilannya, meski tidak persis seperti yang diingi...