Friday, December 7, 2018

Wanita Cantik Tak Harus Berkulit Putih

Buat Kaum Adam, terutama yang masih muda, bagaimana sih gambaran wanita cantik menurut kalian? Kalau boleh ditebak, pasti yang memiliki kulit putih, tubuh langsing, dan rambut lurus, hayo benar tidak? Hehehe. Nah, di artikel kali ini saya ingin membahas soal gambaran yang pertama, yaitu kulit putih. Memang rata-rata lelaki Indonesia lebih suka dengan mereka para wanita yang demikian, berkulit putih. Karena tak seperti di China atau Amerika yang begitu banyak memiliki penduduk wanita yang berkulit putih, jadi terbatas, itu menurut saya. Dan memang di Indonesia wanita yang berkulit putih tak begitu kentara, putih sih, tapi lebih ke kuning langsat.

Namun, kembali ke opini saya, wanita cantik tak harus yang berkulit putih, tapi kuning, kuning langsat, ataupun hitam manis juga cantik lho. Karena tiap wanita punya inner beauty-nya masing-masing. Kalian juga pasti tahu kalau di Negara Bagian Barat, para wanita banyak yang berjemur di pantai untuk menggelapkan warna kulitnya, karena kulit mereka yang begitu putih lebih rawan terkena penyakit. Nah, di Indonesia, malah sebaliknya, yang punya kulit putih begitu menjaga kulitnya bahkan jarang terkena sinar matahari. Jadi, kulit para wanita di sini begitu dijaga warna putihnya, karena menjadi idaman Kaum Adam. Tapi, untuk yang berkulit tidak begitu putih seperti bule, jangan minder ya, kamu tetap cantik koq, hehe.


Oh iya, sebenarnya masalah kulit yang putih atau tidak, kalau menurut yang beragama Islam, yang notabene agama yang penganutnya terbesar di Indonesia, tidak terlalu dipermasalakan, karena selain wajah dan telapak tangan adalah aurat yang tak semestinya diperlihatkan. Namun, di artikel ini saya mengarah ke general readers, so tidak bertentangan, bukan begitu? Jadi, pesan untuk Kaum Lelaki, move on saja kalau susah mendapat pasangan yang inginnya sih berkulit putih. Toh, yang kuning, sawo matang, atau hitam manis juga cantik koq. Dan kembali, daya tarik seorang wanita tak cuma soal penampilan luar, tapi pembawaan, kecerdasan, kepribadian, atau hal lain jadi daya tarik tersendiri.

Monday, December 3, 2018

Di Kala Rindu Melanda

Apa sih yang kamu rasakan ketika kamu kangen atau rindu? Gusar, gundah gulana, selalu terbayang-bayang, lantas apa lagi? Sedangkan ditambah suara hujan turun, menambah suasana makin merana. Hanya bisa menebak-nebak, sedang apa dia di sana? Kangen tak cuma melanda sepasang kekasih lho, tapi juga keluarga yang berada jauh di sana. Seorang anak yang ditinggal ayahnya berjuang di perantauan, atau seorang ibu yang jauh dari anaknya yang sedang kuliah di kota lain, bukan begitu?

Tapi di zaman now seperti orang-orang bilang sekarang, fitur video call (panggilan video) di berbagai aplikasi di smartphone (ponsel pintar) sudah bisa mengurangi beban yang sedang rindu sih ya? Cukup pakai kuota internet, dan taraa, rindu terhadap orang-orang yang disayangpun terobati. Tapi di zaman now juga masih ada sih yang masih begitu kaku dengan teknologi? Ataupun yang dikangenin tidak ada akses untuk berkomunikasi seperti saya sebutkan di atas. Tapi SMS atau telfon masih boleh koq.

Kalau kita ngomongin kangennya sepasang kekasih beda lagi kan ya? Soalnya rindunya itu pasti obatnya harus bertemu. Ya biarpun kalau ketemu malah ngobrolin hal-hal yang garing, tapi kalau ketemu kekasihnya ya dag-dig-dug di dada, hehehe. Tapi kalau boleh jujur, rindu yang membara itu wajar koq bagi banyak orang, termasuk kamu mungkin, hehe, betul tidak? Jadi tidak cuma kamu saja yang merasakannya, jadi keadaan alamiah tiap orang. Jangankan yang rindu manusia, yang rindu Pencipta-Nyapun juga begitu koq, pada waktu-waktu tertentu di tempat ibadah misalnya, iya kan? Jadi, yang sekarang sedang rindu, nikmatilah momen-momen ini, karena ada saatnya kalian bertemu dengan orang yang disayang dan terciptalah momen bahagia. Yang menunggu lebaran bisa pulang kampung, boleh banget selalu mendo'akan keluarga di rumah supaya sehat selalu. Jadi, jangan takut kangen ya?

Kamu Merasa Gagal? Ah Itu Biasa

Apakah kamu merasa sedang gagal? Apa iya orang mau gagal terus? Pasti ada lah tahap keberhasilannya, meski tidak persis seperti yang diingi...