Wednesday, November 7, 2018

Mengenal Apa Itu Hasrat

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah iklan video, yang mendeskripsikan tentang satu hal, hasrat. Apa itu hasrat? Ia seperti angin, tak terlihat namun ada. Seperti bayang-bayang semu memang, namun kehadirannya bisa membuat kita tergerak. Kadang hasrat itu hilang bersama angan, namun sesuatu juga bisa membuat hasrat itu datang lagi. Mungkin ada sedikit persamaan antara hasrat dan mood, tapi nyatanya mood lebih mudah datang dan pergi. Ketika hasrat itu hadir, ia memberikan kita energi yang lebih, yang membuat kita mau melakukan sesuatu.

Ingatkah kita saat masa kanak-kanak dulu? ketika kita belajar naik sepeda misalnya. Jatuh, bangun lagi, jatuh, mencoba lagi, seperti itulah energi dari hasrat yang membuat kita mau untuk terus mencoba agar bisa menaiki sepeda dengan lancar seperti lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika kita tumbuh dewasa, masalah-masalah yang mulai menghampiri, ataupun kesibukan kita, hasrat itu tak selalu hadir. Karena kita lebih sering menggunakan otak kiri kita yang notabene berhubungan dengan logika. Dan begitu kita beranjak dewasa, kita seolah meninggalkan mimpi-mimpi, hal yang di masa kanak-kanak sering kita lakukan, yaitu bermain dan bermimpi. Saat dewasa, kita sering mengejar deadline pekerjaan, seringnya berkutat dengan angka-angka, dan kitapun mengeluh, itu menjadi semacam tekanan bagi otak kita, sehingga hasratpun menarik diri.

Padahal otak kanan kita yang notabene berhubungan dengan imajinasi juga perlu tempat tersendiri di kehidupan kita. Bangkitkan lamunan, hadirkan hasrat, untuk mendorongmu ke depan. Hasratpun hadir dalam cita-cita atau mungkin cinta. Jadi, jaga ia tetap ada dalam jiwamu.

Kamu Merasa Gagal? Ah Itu Biasa

Apakah kamu merasa sedang gagal? Apa iya orang mau gagal terus? Pasti ada lah tahap keberhasilannya, meski tidak persis seperti yang diingi...