Saturday, February 23, 2019

Kamu Merasa Gagal? Ah Itu Biasa

Apakah kamu merasa sedang gagal? Apa iya orang mau gagal terus? Pasti ada lah tahap keberhasilannya, meski tidak persis seperti yang diinginkan, betul tidak? Misalnya, seseorang berharap sekali menjadi PNS, namun di kemudian hari ternyata menjadi karyawan swasta, apa itu termasuk kegagalan? Padahal nih ya, dia sudah bersaing dengan pelamar-pelamar kerja lainnya. Nah, jadi ambil segi positifnya saja kalau kamu merasa gagal. Karena tentu kita sendiri yang sebenarnya tahu keadaan kita sebelum orang lain dalam mengambil langkah.

Kalau boleh diibaratkan, alangkah bahagianya ketika seribu kegagalan melanda dan akhirnya mendapati satu keberhasilan. Namun, betapa sedihnya ketika terbiasa dengan kemudahan, lantas kejadian buruk, atau ia menganggapnya suatu kegagalan menimpa, pasti tumbang juga kan ya? Maka dari itu, terbiasa dengan kegagalan itu tidak buruk koq. Diterima dengan lapang dada saja, atau bisa dikatakan tidak menyerah dan terus berjuang keras. Karena, ada juga tipe orang yang ketika gagal justru merasa terpuruk dan jadi tidak bersemangat lagi dengan apa yang diharap-harapkan sebelumnya karena satu kegagalan. Jadi, sikap yang seperti itu tidak perlu ditiru.

Dan biasanya, kalau tidak terpengaruh dengan keadaan gagal, pasti setiap keberhasilan yang diperoleh menjadi semacam keajaiban, sehingga selalu bersyukur kepada Tuhan. Bukankah hari yang cerah juga awalnya adalah malam yang gelap gulita? Jadi, jangan pernah merasa bahwa kamu adalah satu-satunya orang yang paling menyedihkan di dunia ketika dilanda kegagalan. Ingat, di luar sana sangat mungkin terjadi ada orang yang mengharapkan bisa berada di posisimu sekarang ini. Tetap tersenyum dan tegar ya bila kamu mengalami kegagalan.

Monday, January 21, 2019

Kamu Merasa Galau? Terus Bagaimana Ini?

Hai, apa sih yang membuat dirimu galau? Berantem sama pacar? Dimarahin ortu? Atau tugas kuliah yang enggak ada habis-habisnya? Tenang aja, galau itu sebenernya sementara koq asal kamu segera memperbaiki mood kamu. Yang namanya masalah dalam hidup itu enggak bisa dipungkiri, selalu ada. Asal kita dengan sabar melalui dan menghadapinya dengan kepala dingin pasti masalah bisa selesai dan kamu nggak galau lagi. Mungkin, kamu hanya perlu waktu untuk sendiri dulu dan mengurai satu persatu masalah kamu, atau dipecahin sama orang yang kamu anggap mampu dan nyaman. Dan di waktu sendiri itu kamu bisa juga dengan berdo'a kepada Tuhan dan menceritakan masalahmu pada-Nya. Termasuk juga dengan membaca kitab suci sesuai agama yang kamu anut.


Kalau di waktu kecil dulu, galau terjadi hanya mungkin karena enggak dikasih uang jajan sama ortu. Tapi seiring berjalannya waktu, kamu yang beranjak remaja atau dewasa semakin bisa merasakan yang namanya galau. Bahkan, galau karena selesai menonton film drama, melankolis, atau ngedengerin musik yang bertema patah hati bisa juga lho bikin kamu galau, makanya jangan sering-sering ya, hehe. Bukankah film bertema komedi dan lagu-lagu berlirik positif juga banyak? Bisa dihapus deh tuh koleksi lagu-lagu pesimistis. Biasanya kan ketika merasakan galau itu, mood benar-benar turun, dan pikiran negatif berkecamuk. Repot kan galau itu?

Dan jangan sampai, galau yang kamu rasakan berubah menjadi galau tingkat tinggi. Menjadi pemurung, enggak doyan makan, atau sederet sikap jelek lainnya. Bisa-bisa jadi tahap kritis gila, jangan deh. Sedih sih boleh-boleh saja, tapi, jangan berlarut-larut, bisa-bisa kamu sakit lho. Jadi segera saja deh diberhentiin galaunya, enggak enak bukan rasanya? Seperti yang aku bilang di atas, lebih mendekatkan diri pada-Nya pasti bisa koq nyembuhin kegalauanmu itu. Lalu, kamu bisa ceritain masalah kamu ke orang yang kamu rasa nyaman. Karena terkadang sedikit suntikan semangat positif bisa membawamu jauh ke depan, OK?

Friday, December 7, 2018

Wanita Cantik Tak Harus Berkulit Putih

Buat Kaum Adam, terutama yang masih muda, bagaimana sih gambaran wanita cantik menurut kalian? Kalau boleh ditebak, pasti yang memiliki kulit putih, tubuh langsing, dan rambut lurus, hayo benar tidak? Hehehe. Nah, di artikel kali ini saya ingin membahas soal gambaran yang pertama, yaitu kulit putih. Memang rata-rata lelaki Indonesia lebih suka dengan mereka para wanita yang demikian, berkulit putih. Karena tak seperti di China atau Amerika yang begitu banyak memiliki penduduk wanita yang berkulit putih, jadi terbatas, itu menurut saya. Dan memang di Indonesia wanita yang berkulit putih tak begitu kentara, putih sih, tapi lebih ke kuning langsat.

Namun, kembali ke opini saya, wanita cantik tak harus yang berkulit putih, tapi kuning, kuning langsat, ataupun hitam manis juga cantik lho. Karena tiap wanita punya inner beauty-nya masing-masing. Kalian juga pasti tahu kalau di Negara Bagian Barat, para wanita banyak yang berjemur di pantai untuk menggelapkan warna kulitnya, karena kulit mereka yang begitu putih lebih rawan terkena penyakit. Nah, di Indonesia, malah sebaliknya, yang punya kulit putih begitu menjaga kulitnya bahkan jarang terkena sinar matahari. Jadi, kulit para wanita di sini begitu dijaga warna putihnya, karena menjadi idaman Kaum Adam. Tapi, untuk yang berkulit tidak begitu putih seperti bule, jangan minder ya, kamu tetap cantik koq, hehe.


Oh iya, sebenarnya masalah kulit yang putih atau tidak, kalau menurut yang beragama Islam, yang notabene agama yang penganutnya terbesar di Indonesia, tidak terlalu dipermasalakan, karena selain wajah dan telapak tangan adalah aurat yang tak semestinya diperlihatkan. Namun, di artikel ini saya mengarah ke general readers, so tidak bertentangan, bukan begitu? Jadi, pesan untuk Kaum Lelaki, move on saja kalau susah mendapat pasangan yang inginnya sih berkulit putih. Toh, yang kuning, sawo matang, atau hitam manis juga cantik koq. Dan kembali, daya tarik seorang wanita tak cuma soal penampilan luar, tapi pembawaan, kecerdasan, kepribadian, atau hal lain jadi daya tarik tersendiri.

Kamu Merasa Gagal? Ah Itu Biasa

Apakah kamu merasa sedang gagal? Apa iya orang mau gagal terus? Pasti ada lah tahap keberhasilannya, meski tidak persis seperti yang diingi...